HOME ยป JAKARTA UTARA
JAKARTA UTARA
Senin, 01 Februari 2016 , 18:43:00 WIB

Pengurus RT dan RW Berhak Tutup Warnet yang Beroperasi 24 Jam

Laporan: Dody Pranowo





RMOL. Camat Cilincing, Jakarta Utara memberikan hak pada pengurus RT dan RW untuk menutup aktivitas warung internet (warnet), play stasion, game online dan sebagainya jika operasionalnya melebih 24 jam.

"Kami sudah sepakat memberikan kewenangan kepada para pengurus RT dan RW untuk menutup warnet jika jam operasionalnya melebihi 24 jam," kata Camat Cilincing, Nana Hadiatna kepada RMOLJakarta,  usai menggelar pertemuan bersama 52 pemilik atau pengelola warnet, play station, dan game se-Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Senin (1/2).

Kewenangan tersebut, lanjutnya, sudah sesuai dengan kesepakatan yang dibuat oleh para pengurus RT, RW dan pengelola warnet, game online dan play station. Sebab, terangnya, selama ini keberadaan pusat game itu dianggap mengganggu warga. Bahkan sudah menjadi lokasi tongkrongan para anak muda dengan kegiatan negatif lainnya.

Dia mengatakan, selama ini banyak warga yang resah dengan keberadaan pusat game tersebut. Sehingga untuk memberikan rasa aman dan nyaman, pihaknya mengundang para pemilik dan pengelola pusat game tersebut untuk membuat surat kesepakatan.

"Kami berharap ke depan bila melaksanakan kegiatan sosialisasi ini dapat melibatkan Dinas Kominfomas," tutur Nana.

Sementara Lurah Kalibaru, Suyono mengatakan, sosialisasi dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari laporan warga yang resah dengan operasional warnet, games onlnie, dan play station yang buka selama 24 jam.

"Selain itu, warga telah melaporkan hal itu kepada Gubernur DKI Jakarta," kata Suyono. 

Dia menegaskan, para pengelola dan pemilik sudah sepakat jika operasional warnet hanya dari pukul 08.00 Wib hingga 22.00 WIB. Kecuali malam Minggu atau hari libur, mereka bisa buka sampai pukul 24.00 Wib.

Selain itu, pemilik warnet diharuskan melarang anak-anak bermain pada jam sekolah dan memakai baju seragam sekolah. Mereka juga diwajibkan menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan dan jika terjadi keributan menjadi tanggung jawab pemilik.

"Apabila melanggar ketentuan pada poin 1 dan 2, maka masyarakat dalam hal ini yang diwakili oleh pengurus RT dan RW akan menutup usaha," pungkas Suyono. [zul] 





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :