Kamis, 25 Agustus 2016 , 16:21:00 WIB

Survei Soal Rokok Pesanan?

Laporan: Saeful Anwar





RMOL. Hasil survei Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Manusia Universitas Indonesia (PKEKKFKM UI) menyebut, 46 persen pecandu rokok akan berhenti bila harganya menembus angka di atas Rp 50 ribu perbungkus perlu diselidiki.

Kuat dugaan bila survei tersebut ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu.

Demikian ditegaskan anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun pada Dialektika Demokrasi bertema "Rokok, Pajak dan Nasib Petani" di Media Center DPR, Kamis (24/8).

Politikus Golkar itu mengaku mendapat informasi bila survei tersebut merupakan pesanan dari pihak tertentu.

"Saya sebagai anggota DPR yang tidak pernah merokok sebatang pun meminta pemerintah untuk bertindak arif menyikapi survei tersebut. Sebab banyak anak bangsa yang hidupnya sangat bergantung dengan industri rokok," kata Misbakhun seperti dimuat dari Kantor Berita Politik RMOL.co.

Selain itu, dirinya meminta kelompok antirokok untuk tidak sembarang mengeluarkan pernyataan, terlebih ini menyangkut masa depan petani tembakau di Indonesia.

"Jangan suruh petani rokok beralih profesi. Silakan mereka kampanye apapun berkaitan dengan rokok dan bahayanya, namun hajat petani rokok harus diperjuangkan oleh pemerintah," demikian Misbakhun. [ipk]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :