HOME ยป POLHUKAM
POLHUKAM
Minggu, 06 November 2016 , 14:06:00 WIB

Jokowi Harus Pecat Budi Gunawan Jika Tak Bisa Buktikan Ucapannya







RMOL. Aksi jutaan umat Islam di depan Istana Negara pada hari Jumat (4/11) berlangsung damai. Namun, ada upanya segelintir orang yang mencoba merusak aksi tersebut dengan membuat kegaduhan setelah Maghrib.

Riak kecil itu digunakan para penguasa untuk menuduh aksi tersebut berbau SARA, radikal, anarko sindikalis, hingga disebut sebagai aksi yang ditunggangi aktor politik.

"(Presiden) Jokowi buta terhadap aspirasi rakyat, sampai membabi buta sindir dan tuduh sana, fitnah sini," kata putri proklamator RI Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri seperti dimuat Kantor Berita Politik RMOL.co, Minggu (6/11).

Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno ini meminta Presiden Jokowi untuk membuktikan tuduhan yang dilontarkannya. Apalagi, saat tuduhan itu dilontarkan, Jokowi berdiri didampingi langsung oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

"Jika ini tidak terbukti maka Budi Gunawan patut dicopot. Selain tidak punya kualifikasi intelijen, memang dia (Budi Gunawan) cuma pesanan Megawati setelah gagal jadi Kapolri," ungkapnya.

Menurutnya, intelijen negara akan sangat berbahaya jika tidak dipegang orang yang berkualitas dan tujuannya hanya untuk menjilat penguasa. Terlebih, lanjut Rachma, penguasa yang dijilat adalah antek asing dan aseng.

"Jadi pola-polanya itu devide et impera atau adu domba, disinformasi, distorsi bahkan menghalalkan segala cara dilakukan demi bosnya," kata Rachmawati.

"Jangan permainkan rakyat dan jangan main-main dengan ideologi bangsa sebab pada waktunya juga akan berhadapan dengan mahkamah rakyat," pungkas peraih gelar doktor kehormatan dari pemerintah Korea Utara tersebut. [ipk]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :