HOME ยป POLHUKAM
POLHUKAM
Jum'at, 18 November 2016 , 15:32:00 WIB

Politikus PDIP Singgung Agus Yudhoyono Cagub Bermodalkan Pencitraan

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan, warga Ibukota tidak membutuhkan calon pemimpin bermodalkan pencitraan serta jargon normatif, seperti akan mewujudkan tata kelola pemeritahan ibukota yang transparan, akuntabel dan berintegritas.

Sederet jargon normatif tersebut kerap diucapkan calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menggelar kampanye di sejumlah wilayah Ibukota.

"Warga DKI sudah cerdas, sehingga tidak akan tertipu dengan pemimpin pencitraan. Cukup 10 tahun saja kita dipimpin dengan pencitraan," kata Masinton saat dihubungi, Jumat (18/11).

Anggota Komisi III ini mengungkapkan, warga DKI membutuhkan gubernur pendobrak dan bernyali besar.

"Tanpa nyali besar sulit membangun Jakarta," kata Masinton.

Sebelumnya, Direktur Megapolitian Strategis Indonesia, Ade Adriansyah Utama meragukan komitmen Agus dalam meningkatkan kualitas birokrasi yang bersih dan bertanggungjawab.

Beban terberat Agus mewujudkan birokrasi bersih, kata Ade, antara lain datang dari Partai Demokrat yang punya track record buruk terkait tindak pidana korupsi. Selama periode kedua kepemimpinan SBY, 2009-2014, tujuh elit bintang mercy dijebloskan ke penjara karena tersangkut korupsi.

Yakni, Anas Urbaningrum (ketum), M Nazaruddin (bendahara), Andi Mallarangeng, Hartarti Murdaya (dewan pembina), Jero Wacik (sekretaris majelis tinggi), Sutan Bhatoegana (ketua DPP), serta Angelina Sondakh (wasekjen DPP).

"Mertuanya juga mantan narapidana, mau ngomong apalagi," ucap Ade.

"Sekarang jualan bersih, bagaimana bisa. Tugas negara (di militer) saja ditinggalin," katanya. [ipk]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :