HOME ยป RAGAM
RAGAM
Jum'at, 30 Juni 2017 , 15:48:00 WIB

Diduga Ada Korupsi, Anies-Sandi Diminta Evaluasi Ribuan PHL

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD), Victor Irianto Napitupulu mendorong pemimpin baru ibukota, Anies Baswedan-Sadiaga Uno mengevaluasi keberadaan sekitar 85 ribu Petugas Harian Lepas (PHL) kebersihan.

Sebab dirinya menduga puluhan ribu PHL, seperti Pasukan Orange di Dinas Lingkungan Hidup, Pasukan Biru di Dinas Sumber Daya Air, Pasukan Hijau di Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Pasukan Ungu di Dinas Sosial serta Pasukan Putih di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, justru hanya membebani keuangan daerah, tanpa ada paramater pencapaian atau target yang terukur.

"Anggaran PHL sangat besar, mencapai triliunan rupiah. Patut diduga keberadaan puluhan ribu PHL ini merupakan korupsi gaya baru di Pemprov DKI. Hal ini tentu menjadi PR Anies-Sandi," kata Victor melalui siaran elektroniknya, Jumat (30/6).

Uniknya, porsi terbesar PHL berada di Dinas Lingkungan Hidup sebanyak 15 ribu orang dan Dinas Sumber Daya Air sebanyak 2.127 orang yang kebetulan dipimpin dua kepala dinas lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

"Kuat dugaan keberadaan PHL yang jumlahnya sangat besar merupakan modus dua kepala dinas jebolan IPDN dalam mengemplang kebijakan," ujar Victor.

Selain itu, Victor menegaska, selama sentralisasi itu menggurita, dipastikan Pemprov DKI tetap menjadi provinsi terkorup dan tidak akan berubah stempel tersebut.

"Lihat saja, meski ada puluhan  ribu PHL, kondisi Jakarta tetaplah kotor, tetap banjir. Jakarta juga masih banyak jalan berlubang serta taman-tamannya tidak terawat," papar Victor.

Berdasarkan data yang dikantongi Victor, saat ini jumlah PHL sekitar 85 ribu orang, diluar tenaga cleaning service.

Puluhan ribu PHL tersebut memperoleh honor sesuai UMP sebesar Rp 3.150.000 per bulannya, diluar tunjangan hari raya (THR).

Dengan demikian, setiap tahunnya dalam APBD DKI minimal ada alokasi dana sebesar Rp
3.213.000.000.000 untuk PHL.

"Yang jadi pokok masalah, nilai yang keluar tidak ada target pencapaian yang jelas," pungkas Victor. [ipk]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :