HOME » POLITIK
POLITIK
Kamis, 20 Juli 2017 , 06:47:00 WIB

Djarot Dituntut Pecat Dirut Transjakarta

Laporan: Widodo Bogiarto





Djarot Dituntut Pecat Dirut Transjakarta

RMOL. Kalangan dewan mendesak Gubernur Djarot Saiful Hidayat segera memberhentikan Budi Kaliwono dari jabatan Dirut PT Transjakarta. Desakan mengemuka buntut dari bobroknya manajemen di perusahaan plat merah tersebut.

"Kesalahan Dirut Transjakarta sudah sangat fatal dan banyak, jadi kami minta dipecat secepatnya," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (19/7).

Kegagalan Budi mulai dari kegagalan membangun angkutan Transjakarta yang aman dan nyaman sehingga membuat pengguna kendaraan pribadi beralih ke Transjakarta. Selain itu, kegagalan perusahaan mensejahterakan karyawan. Hingga yang terakhir kasus pemecatan karyawan hanya karena terlambat menjawab telepon dari sang direktur karena sedang menjalankan ibadah sholat.

Taufik mengatakan, segera melakukan koordinasi dengan rekan-rekannya di Komisi B DPRD DKI bidang transportasi, serta Dinas Perhubungan dan juga Gubernur Djarot Saiful Hidayat untuk secepatnya memberhentikan Budi Kaliwono.

"Dalam dua tiga hari ke depan kami akan bertemu membahas pemberhentian Dirut Transjakarta," ujar Taufik.

Dijelaskan Taufik, kondisi Transjakarta akan semakin amburadul jika tidak segera ada evaluasi. Padahal, angkutan ini adalah andalan bagi Pemprov DKI dalam melayani masyarakat Ibukota.

"Jangan menunggu terlalu lama untuk melakukan perbaikan  Transjakarta," tegas Taufik.

Setelah beredar surat peringatan ketiga (SP3) untuk Pegawai Transjakarta, Mulyana, gara-gara terlambat menjawab pesan dari Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono, karena sedang shalat, kini kembali beredar video pengakuan Mulyana atas tindakan perusahaan tempatnya bekerja itu. Video tersebut diupload di youtube oleh masyarakat, dan juga di facebook.

Pegawai PT Transjakarta, Mulyono, mendapat sanksi surat peringatan ketiga (SP3)  gara-gara terlambat menjawab pesan dari Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono. Mulyana tidak langsung menjawab pesan pimpinannya itu, karena sedang menunaikan ibadah shalat.

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta), Azas Tigor Nainggolan mengatakan, Mulyana mendatangi kantornya untuk menceritakan nasib yang dialami.

"Saya mendengarkan keluh kesah Mulyana, dan dapat disimpulkan bahwa yang bersangkutan menjadi korban kesewenang-wenangan Dirut Transjakarta," ujar Tigor.

Tigor kemudian memposting cerita Mulyono itu ke akun Facebooknya. Tigor heran kenapa orang shalat bisa diberi  disanksi.  

"Coba kita pikir baik-baik, kok orang shalat dianggap pelanggaran kerja dan dihukum,” ucap Tigor.

Tigor memprotes kesewenang-wenangan Budi Kaliwono itu ke Facebook. Menurut Mulyono, ada banyak respons dari masyarakat, bahkan dari manajemen Transjakarta.

Kata Tigor, ada banyak pelanggaran yang dilakukan perusahaan, termasuk tidak mengangkat karyawan lama sebagai karyawan tetap.[dem]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :