HOME ยป SELEB
SELEB
Kamis, 31 Agustus 2017 , 17:10:00 WIB

Ini Alasan Ahmad Dhani Langsung Polisikan 9 Media Online

Laporan: Lopi Kasim





RMOL. Musisi Ahmad Dhani mengaku merasa dirugikan lantaran pemberitaan sembilan media online terkait pemecatan dirinya dari usaha karaoke Masterpiece.

Namun, suami penyanyi Mulan Jameela itu justru enggan memberikan hak jawab dan justru melaporkan media tersebut ke Baresrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat. Alasannya pelaporan itu agar dapat menjadi bahan introspeksi kepada media agar lebih akurat dalam hal pemberitaan.

Ahmad Dhani menganggap, Dewan Pers yang menaungi beberapa media dianggap tak mampu untuk menekan pemberitaan buruk terhadap dirinya sejak tahun 2014.

"Saya nggak lapor lagi ke Dewan Pers. Saya sudah capek lapor ke Dewan Pers. Saya capek membina (hubungan dengan) media. Saya sudah capek. Maka itu saya sekarang ingin memberikan efek jera kepada mereka-mereka yang terus memelihara berita hoax," kata Dhani di Bareskrim Mabes Polri, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (31/8).

Menurut Dhani, yang menyebabkan dirinya melewati proses hak jawab lantaran insiden tweet palsu pada tahun 2014 yang menyebutkan bahwa dirinya rela memotong kelamin apabila Joko Widodo (Jokowi) terpilih sebagai Presiden.

"Jadi gini, saya dulu 2014 waktu itu cukup baik hati. Ketika ada hoax waktu pertama kali tahun 2014. Itu hoax pertama kali hits, itu ketika ada tweet palsu memalsukan tweet saya yang katanya kalau Jokowi jadi Presiden saya akan potong kelamin. Itu tweet palsu. Itu diberitakan beberapa media, hampir semua media online memberitakan," ungkapnya.

Saat itu, lanjut Dhani, dirinya masih berbaik hati tidak melaporkan tweet tersebut ke pihak kepolisian.

"Saya laporkan saja ke Dewan Pers waktu itu. Dan beberapa media minta maaf. Jadi kalau waktu itu baik hati saya tidak laporkan. Kali ini ternyata laporan saya ke Dewan Pers itu tidak membuat beberapa wartawan itu jera, redpel atau editor, dari online itu jera," ujarnya.

Dhani mengaku enggan menghubungi media tersebut untuk memberikan hak jawab. Dhani menyatakan dirinya letih membina hubungan baik bersama media yang juga berandil besar dalam membawa ketenaran namanya di industri musik Indonesia.

"Nggak usah (konfirmasi), ngapain konfirmasi? Kita langsung saja (laporkan). Kan saya sudah bilang bahwa saya sudah capek membina para media ini. Kemarin waktu 2014 tweet palsu 'Ahmad Dhani potong kelamin' sudah saya laporkan ke Dewan Pers, ternyata nggak kapok-kapok juga, nggak ada efek jera, gitu. Maka itu hari ini saya laporkan," pungkasnya.

Untuk diketahui, hak jawab adalah hak seseorang ataupun kelompok untuk menyanggah sebuah pemberitaan yang merugikannya. Peraturan mengenai hak jawab ini dimuat di Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 di Pasal 5, 11 dan 15.[dem]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :