HOME ยป DUNIA
DUNIA
Selasa, 12 September 2017 , 19:09:00 WIB

Jangan Tunggangi Aksi Rohingya untuk Kepentingan Politik

Laporan: Lopi Kasim





RMOL. Aksi solidaritas kemanusiaan untuk Rohingya yang disuarakan beberapa kelompok masyarakat kini menuai polemik. Pasalnya, diduga kuat momentum tersebut ditunggangi oleh kepentingan politik sehingga bisa mengganggu stabilitas dalam negeri.

"Sangat disayangkan jika aksi solidaritas kemanusian untuk Rohingya ditunggangi oleh kepentingan politik, karena itu sudah menciderai rasa kemanusian itu sendiri," kata Ketua Leksma Universitas Jayabaya, Ismail Marasabessy kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/9).

Apalagi, lanjut Ismail, tragedi Rohingya dikaitkan dengan kondisi di Indonesia untuk kepentingan politik sesaat. Hal itu dapat mengganggu stabilitas nasional.

Menurut Ismail, apa yang sedang terjadi di Rakhine, Myanmar, merupakan multikonflik atau belum tentu konflik agama, tapi lebih ke konflik etnis, sosial.

"Bahkan ekonomi, makanya konflik itu sudah terjadi lama," ucapnya.

"Aksi solidaritas boleh tapi harus waspada dari penyusup yang ingin memanfaatkan keadaan. Lebih baik kita bersatu demi tegaknya NKRI dari pada aksi secara terus menerus tidak ada langkah nyata mendingan kita mengumpulkan dana, obat-obatan dan pakaian layak lalu kita kirim ke sana, itu lebih manfaat," lanjut Ismail.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jayabaya ini juga mengingatkan, konflik Rohingya bukan masalah dalam negeri Indonesia sehingga harus disikapi dengan bijak.  
Sebagai mahasiswa, dirinya mengapresiasi pemerintah yang sudah mengambil langkah strategis dengan mengirimkan bantuan ke Myanmar.

"Kita harus arif dan bijaksanalah dalam menyikapai tragedi Rohingya, apalagi itu juga bukan masalah dalam negeri dan pemerintah juga sudah mengambil langkah strategis dalam memberikan bantuan baik diplomasi serta penyaluran bantuan secara langsung," pungkasnya.[dem]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :