HOME ยป EKONOMI
EKONOMI
Kamis, 05 Oktober 2017 , 16:58:00 WIB

Taufik: BUMD Cuma Gerogoti APBD

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik menyebut, mayoritas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) cuma menggerogoti uang Pemprov DKI. Dalam satu tahun, 25 perusahaan daerah disuntik dana pemerintah dengan angka mencapai Rp 10 triliun namun hasilnya banyak yang tidak jelas.

"Hampir semua BUMD bisanya cuma netek. Tahun ini dana Penyertaan Modal Daerah (PMD) yang diberikan kepada BUMD sebanyak Rp 10 triliun," kata Taufik dalam diskusi publik bertajuk Quo Vadis BUMD DKI? Menjadi Beban atau Penghasil APBD di Jakarta Media Center, Jakarta Pusat, Rabu (4/10).

"Uang sebesar itu, kalau ditaruh di bank dapat bunga dua persen per bulan, maka bisa menambah DKI makin kaya," tambahnya.

Menurut Ketua DPD Partai Gerindra DKI  Jakarta ini, dana yang diberikan kepada 25 BUMD tersebut memakai uang rakyat. "Bukan kertas atau daun. Itu uang rakyat. Mestinya harus dipertanggungjawabkan secara akuntabil dan transparan. Tapi nyatanya, dari dulu hampir semua BUMD selalu memberikan laporan merugi ataupun kalau ada untung cuma sedikit," ungkap Taufik.

Taufik mengaku, akan mengusulkan kepada gubernur terpilih, Anies Baswedan untuk mengganti pimpinan BUMD. "Percuma para direktur utama digaji besar ratusan juta rupiah, tapi kerja mengecewakan. Gaji sebesar itu mereka yang menentukan sendiri, tak ada aturannya," tegasnya.

Taufik menyontohkan BUMD bidang pangan seperti PD Dharma Jaya, PT Tjipinang Food Station, dan PD Pasar Jaya.

"Mereka gelar operasi pasar cuma kalau ada peresmian RPTRA. Dharma Jaya cuma mampu menyuplai 11 persen kebutuhan daging, Food Station cuma 15 persen kebutuhan beras. Selebihnya dilepas ke pasar bebas," pungkas Taufik. [mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :