HOME ยป EKONOMI
EKONOMI
Rabu, 11 Oktober 2017 , 11:18:00 WIB

Minim Pengawasan, Parkir Elektronik Rawan Kebocoran

Laporan: Widodo Bogiarto






RMOL. Penerapan sistem parkir meter di sejumlah titik ternyata tidak menjamin mampu menekan kebocoran pendapatan dari sektor perparkiran.

Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta, Darussalam menilai, kebocoran uang parkir dari sejumlah titik Tempat Parkir Elektronik (TPE), salah satunya disebabkan minimnya pengawasan dan pembinaan terhadap juru parkir oleh Dinas Perhubungan.

"Kami berharap agar pengawasan dan pembinaan lebih maksimal, sehingga kebocoran-kebocoran tidak terjadi," kata Darussalam, Rabu (11/10).

Politisi PKB ini menyebut, uang yang seharusnya masuk ke pendapatan Pemprov DKI melayang begitu saja masuk ke kantong juru parkir.

Berdasarkan pengamatan, parkir meter di Jalan Agus Salim atau yang lebih dikenal dengan Jalan Sabang, Jakarta Pusat, masih berpotensi bocor. Minimnya pemahaman pemilik kendaraan terhadap mekanisme pembayaran parkir tersebut menjadi penyebabnya.

Setiap warga yang memarkirkan kendaraannya langsung diminta uang sebesar Rp 5 ribu oleh juru parkir (jukir). Selanjutnya jukir yang akan memproses pembayaran tarif parkir ke dalam mesin.

"Tarifnya Rp 5 ribu pak. Biar saya saja yang masukkan data mobil bapak ke dalam mesin. Nanti bukti struk pembayaran akan saya simpan di mobil bapak," kata seorang jukir.

Lantaran tidak mau repot, pemilik kendaraan pun mengiyakan permintaan sang jukir. Namun sekembalinya, pemilik kendaraan tidak mendapati struk bukti pembayaran parkir yang dijanjikan. [mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :