HOME ยป SOSIAL
SOSIAL
Selasa, 31 Oktober 2017 , 20:05:00 WIB

Pemkot Bekasi Diminta Maksimalkan Peran Pemuda Sukseskan Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020

Laporan: Zulfahmi Jamba





RMOL. Inisiator pemuda penjaga lingkungan Kota Bekasi, Paidzal Hadzik berharap Pemerintah Kota Bekasi serius menangani permasalahan sampah di Kota Patriot. Sekretaris Jendral Kelompok Pecinta Alam Cempala ini meminta, pemerintah setempat memaksimalkan peran pemuda dalam mengatasi permasalahan tersebut.

"Banyak yang mengatakan Bekasi sebagai kotanya para pendaki yang identik dengan pencinta alam dan lingkungan. Namun amat sangat disayangkan minimnya kepedulian Pemkot terhadap lingkungan sehingga wajar kemudian mendapat predikat kota sampah," katanya, Selasa (31/10).

Ia juga menilai, hingga saat ini dinas terkait di Kota Bekasi juga kurang merangkul para pemuda pecinta alam untuk melestarikan dan menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami aliansi penggiat lingkungan kerap harus bergerak sendiri guna menjaga kelestarian alam dan mensosialisasikan kebersihan lingkungan di Kota Bekasi. Inisiatif tersebut kami lakukan karena karena kita berharap jangan ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan," ungkap Paidzal Hadzik.

Dengan adanya semangat para pemuda pecinta alam tersebut, lanjutnya, mereka ingin menjadikan kota Bekasi sebagai pengejewantahkan Indonesia bebas dari sampah pada tahun 2020 mendatang.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, mengklaim bahwa pemerintah sudah membuat banyak regulasi-guna menangani persoalan sampah yang ada di kota Bekasi. Diantaranya dengan mengucurkan anggaran sebesar Rp 20 juta untuk membangun satu bank sampah.

Saat ini, terang dia, sudah ada 911 bank sampah yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bekasi. Namun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat memang masih rendah, sehingga masih butuh pembinaan.

"Sebetulnya sudah ada banyak bank sampah yang disediakan di masing-masing RT/RW se-Kota Bekasi. Tapi karena kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya memang masih rednah, maka masih banyak ditemukan sampah yang dibuang bukan pada tempatnya," ungkapnya.

Bahkan operasi tangkap tangan (OTT) pembuang sampah sembarangan, lanjutnya, sudah dijalankan. Namun program tersebut belum mampu membuat warga tertib dalam membuang sampah.

"Kita akan coba terus meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pembinaan berkesinambungan dan memaksimalkan peran dan fungsi bank sampah," tandasnya. [zul] 





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :