HOME » OPINI
OPINI
Sabtu, 11 November 2017 , 08:14:00 WIB

Alexis Dan Kalijodo







TERBERITAKAN bahwa Manajemen Hotel Alexis mempertanyakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan tidak memperpanjang izin usaha Hotel dan Griya Pijat Alexis.

Menurut Legal Corporate Hotel Alexis, Lina Novita, saat jumpa pers di lantai dua Hotel Alexis, 31 Oktober 2017,  selama ini manajemen sudah melengkapi semua dokumen dan juga telah membuat Hotel Alexis bersih dari narkoba dan perilaku asusila. Manajemen Hotel Alexis juga menegaskan bahwa pihaknya sudah mengajukan perpanjangan izin ke PTSP setempat sejak Juli 2017. Namun, hingga masa izin operasional mereka berakhir pada Oktober 2017, pihak PTSP belum memberikan izin perpanjangan.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta memutuskan tidak memperpanjang izin usaha Hotel dan Griya Pijat Alexis. Alexis seharusnya sudah tak bisa beroperasi sejak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta menerbitkan surat pada Jumat 27 Oktober 2017. Surat itu menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta belum dapat memproses permohonan tanda daftar usaha pariwisata Alexis.

Bukti Keberanian

Saya tidak melibatkan diri ke dalam kemelut polemik perijinan Hotel Alexis namun  merasa prihatin atas derita nasib warga Kalijodo yang telah digusur secara paksa oleh Pemerintah DKI Jakarta pada tanggal 29 Februari 2016. Alasan penggusuran Kalijodo serupa tetapi sama dengan tidak perpanjangan izin Hotel Aleksis yaitu akibat dianggap sebagai sarang peredaran narkoba sekaligus lokasi pelacuran.

Menurut hasil penelitian dan pengamatan YLBHI, penggusuran Kalijodo merupakan bukan cuma satu namun sekaligus dua belas pelanggaran HAM secara berlapis . Namun sebaliknya, kelompok masyarakat tertentu mengelu-elukan penggusuran Kalijodo sebagai bukti keberanian Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, karena sebelumnya memang belum ada Gubernur DKI Jakarta yang berani” menggusur Kalijodo.

Bahkan kini, Kalijodo telah disulap menjadi lokasi anak-anak bermain dengan gelar keren Skate & BMX Park Kalijodo” yang di masa Pilkada Jakarta 2017 sempat dielu-elukan bahkan dipuja-puji secara spektakular sebagai bukti keberhasilan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, membangun kota Jakarta.

Kemanusiaan Adil dan Beradab
Saya tidak tahu apakah Kalijodo memang benar merupakan pusat narkoba sekaligus prostitusi. Namun saya tahu bahwa seorang warga Kalijodo yang tergusur adalah seorang sahabat saya bernama Leo sebagai singkatan dari Leonard Eko Wahyu Widhyat Moko. Mas Leo bukan seorang pengedar narkoba atau mucikari atau gigolo atau pelaku profesi maksiat lain-lainnya. Mas Leo adalah seorang senirupawan.

Mas Leo termasuk warga Kalijodo yang menggugat Pemerintah DKI Jakarta ke PTUN Jakarta atas penggusuran paksa secara melanggar HAM dan sila Kemanusiaan Adil dan Beradab terhadap Kalijodo 29 Februari 2016. Sayang, gugatan warga ditolak oleh PTUN Jakarta. Syukur Alhamdullilah, akibat perjuangan menuntut keadilan, mas Leo masih belum dikriminalisasikan atas tuduhan makar atau apa pun.

Jaya Suprana
Pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :