HOME ยป POLHUKAM
POLHUKAM
Senin, 13 November 2017 , 10:44:00 WIB

Waspada, Efek Kerusuhan Mako Brimob Memantik Respon Teroris







RMOL. Kerusuhan yang dilakukan terpidana teroris di Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok bisa menjadi pemantik respon teroris yang berkeliaran di masyarakat.

Begitu dikatakan Anggota Komisi III DPR RI, John Kenedy Azis melalu pesan singkatnya sesaat lalu, Senin (13/11).

"Kejadian seperti itu adalah peringatan, jangan sampai jaringan mereka yang di luar memicu ledakan yang lebih besar," ujarnya.

John meminta aparat kepolisian lebih represif dalam melihat gejala yang tidak sehat di masyarakat. Hal tersebut mengingat kerusuhan oleh teroris justru terjadi di markas kepolisian.

"Oknum yang seperti itu jangan dibiarkan, harus ditindak," tukasnya.

Keributan terjadi di rumah tahanan teroris Markas Komando Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jumat sore (10/11). Keributan bermula saat petugas Densus 88 melakukan sweeping di sel-sel narapidana dan menyita sejumlah ponsel.

"Piket Densus melaksanakan penggeledahan dan ditemukan HP empat buah milik Juhanda, Saulihun, Kairul Anam dan Jumali," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto, Jumat malam.

Penyitaan ponsel itu membuat salah satu napi tidak terima dan memancing keributan. Ia memancing petugas dengan mengeluarkan ucapan yang memprovokasi. Aksi tersebut berhasil memancing reaksi petugas dan tahanan di blok lain.

Kerusuhanpun tidak terelakkan. Perlawanan dilakukan napi terhadap petugas sehingga mengakibatkan rusaknya fasilitas rutan, seperti jebolnya pintu sel tahanan dan kaca pecah. Anggota piket pun mengeluarkan tembakan ke atas sebagai peringatan. [Kiflan/rus]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :