HOME ยป POLHUKAM
POLHUKAM
Senin, 13 November 2017 , 18:17:00 WIB

Densus 88 Dalami Keberadaan Bendera ISIS Di Rutan Mako Brimob








RMOL. Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri mendalami soal dugaan bendera ISIS ditengah kerusuh yang terjadi di Rutan Teroris Mako Brimob beberapa hari lalu.

"(Isu bendera diduga ISIS) sedang diselidiki oleh teman-teman Densus. Karena itu kan kewenangan teman-teman Densus walaupun ada di Brimob itu yang jaga Densus," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/11).

Setyo juga meluruskan isu terkait penyebab kerusuhan tersebut diakibatkan pelemparan kitab suci Alquran oleh petugas jaga Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

"Kan sudah diklarifikasi bahwa itu tidak benar. Itu ada yang menyebarkan (hoaks) bahwa itu membuang Alquran, itu tidak ada. Yang ada adalah ketika habis sembahyang ada sweeping. Ditemukanlah handphone. Diminta handphonenya, marah," tegas Setyo.

Selain itu, terang Setyo dalam kerusuhan tersebut tidak ada pembakaran melainkan hanya terjadi tindak pengrusakan yang dilakukan oleh para napi.

"Gak ada, cuma napi merusak fasilitas Rutan," pungkas Setyo.

Jumat (10/11) lalu terjadi keributan di Rutan Teroris Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, cabang Rutan Salemba sekitar pukul 16.00 sore. Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rikhwanto mengatakan bahwa kerusuhan tersebut dilakukan oleh para tahanan teroris sehingga merusak fasilitas rutan.

"Pintu sel tahanan dijebol, pintu pagar lorong blok, kaca jendela di blok C dan blok B," ujar Rikwanto melalui rilis resminya.

Kerusuhan itu, lanjut Rikhwanto bermula usai shalat jumat para tahanan yang digiring masuk dalam sel. Setelah itu, anggota piket densus melakukan penggeledahan di kamar A.5 dan C 5 (RB). Dari kamar tersebut ditemukan HP empat buah ponsel milik Juhanda, Saulihun, Kairul Anam dan Jumali.

"Salah satu tahanan ada yang tidak terima dan memancing petugas dengan ucapan macam macam, kemudian anggota ada yang terpancing ucapan mereka," ungkap Rikwanto.

Lalu akhirnya tahanan tersebut berteriak sehingga memancing para napi lain di blok sebelahnya. Untuk mengkondusifkan situasi, anggota piket Satuan III Pelopor melepaskan tembakam ke udara sekaligus memberi peringatan kepada para narapidana. [Idham/san]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :