HOME ยป POLHUKAM
POLHUKAM
Selasa, 14 November 2017 , 12:21:00 WIB

GMNI Ditantang Implementasikan Gagasan Tri Sakti Bung Karno Pada Generasi Zaman Now

Laporan: Andhika Tirta Saputra





RMOL. Mengimplementasikan gagasan Tri Sakti Bung Karno di era milenial atau generasi zaman now merupakan tantangan utama bagi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berikut kader dan alumninya saat ini.

Demikian disampaikan Presidium GMNI 2002-2005, Jan Prince Permata, menyembut rencana Kongres ke-XX organisasi kepemudaan tersebut di Minahasa Utara, Sulawesi Utara pada 15-19 November 2017 mendatang.

Kongres yang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Gedung Gubernuran Provinsi Sulawesi Utara ini mengambil tema "Meneguhkan Masa Depan Indonesia Berdasarkan Pancasila di Era Asia Pasifik".

"Generasi ini umumnya menyukai multimedia, bergantung pada mesin pencari, melek teknologi, learning by doing, dan gemar membuat konten internet," kata Jan yang juga Staf Ahli Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) ini, Selasa (14/11).

GMNI kata Jan, sebagai organisasi yang memegang ajaran Bung Karno harus mampu melihat konteks Tri Sakti di era sekarang dan menerjemahkannya dengan budaya anak-anak Zaman Now.

Dia menyebutkan berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya jangan sampai hanya menjadi "mantra dan kata-kata tanpa makna" dan tidak dipahami mayoritas generasi muda sekarang.

"Usia generasi milenial itu adalah usia mahasiswa dan GMNI itu ada karena kata Mahasiswa tersebut. Jadi saya berharap adik-adik GMNImampu membaca perubahan zaman tanpa meninggalkan api marhaenisme ajaran Bung Karno," kata Jan yang merupakan Ketua Steering Comite (SC) Kongres Persatuan GMNI  Pangkal Pinang tahun 2006 yang dibuka Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Jan menegaskan, Generasi Milenial merupakan benteng yang kuat menjaga dan meneruskan Pancasila yang diperkenalkan pertama kali oleh Bung Karno pada Rapat Badan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 1 Juni 1945.

"Survei terbaru CSIS yang menyebutkan 90,5 persen generasi milenial yang tidak setuju Pancasila diganti sebagai ideologi negara patut disyukuri. GMNI bersama negara harus mampu memperjuangkan sehingga sisanya 9,95 persen yang lain setuju dengan Pancasila. Ini tantangan bagi seluruh kader GMNI berikut alumni-alumninya dan komponen bangsa lainnya," kata Magister Ilmu Ekonomi dari IPB ini. [zul]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :