HOME ยป POLHUKAM
POLHUKAM
Rabu, 15 November 2017 , 11:38:00 WIB

Jangan Terkesan Panglima TNI Hanya Milik AD







RMOL. Rotasi matra perlu dilakukan agar menumbuhkan rasa kesetaraan dalam tubuh TNI. Sebab selama ini, jabatan Panglima TNI dikesankan seolah hanya milik TNI AD.

"Penerapan pola rotasi jabatan Panglima TNI sangat penting, bukan hanya karena telah diamanatkan UU, tetapi juga demi membangun soliditas antar matra dan profesionalitas TNI secara keseluruhan," ujar Direktur Imparsial Al Araf ketika dihubungi wartawan.

Apalagi, lanjut Al Araf, Indonesia tengah menghadapi ajang Pilkada Serentak 2018 di 17 provinsi. Pergantian Panglima TNI jelang Pilkada ini menurut Al Araf, dapat dijadikan momentum membangun TNI yang profesional dan tidak berpolitik.

Pengamat militer dan intelijen Connie Rahakundini Bakrie juga sependapat pentingnya rotasi jabatan Panglima TNI ke matra laut ataupun udara. Menurutnya, merealisasikan rotasi matra jabatan Panglima TNI ke Angkatan Laut maupun Angkatan Udara sangat penting bagi agenda pemerintahan Jokowi - JK membangun Poros Maritim.

"Sudah tiga tahun Presiden Jokowi memerintah, namun pimpinan tertinggi Mabes TNI Panglima Gatot Nurmantyo menghilangkan momentum untuk memperkuat kapabilitas dan kapasitas pertahanan Indonesia," tegas Connie.

Sebagai Panglima TNI, lanjutnya, Gatot Nurmantyo seharusnya bisa menghadirkan skema pertahanan yang visioner yang sejalan dengan Nawacita Presiden Jokowi mewujudkan Poros Maritim.

"Seharusnya visi Poros Maritim Dunia dapat melahirkan sebuah roadmap pertahanan yang outward looking dengan strategi pembangunan TNI AL pada konsep Green and Blue Water Navy dan diikuti dengan payung udara dari TNI AU, serta Rapid Troops dari TNI AD," papar Connie.

Oleh karenanya, Connie berharap Presiden Jokowi dapat menyodorkan nama prajurit maupun perwira TNI dari AL ataupun AU ke DPR untuk menggantikan posisi Gatot usai pensiun.

"Presiden Jokowi agar berani melakukan lompatan besar pada momentum pergantian Panglima TNI, sebagaimana yang dilakukan pada tubuh Polri. Indonesia membutuhkan pertahanan yang berorientasi pada Poros Maritim Dunia," ujar Connie.[Widya/wid]






BERITA LAINNYA

RUBRIK   :