HOME ยป JAKARTA
JAKARTA
Rabu, 15 November 2017 , 14:22:00 WIB

Sandi Bilang Pemprov DKI Gagal Atasi Kemiskinan

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengaku kecewa karena selama sepuluh tahun terakhir Pemprov DKI gagal mengatasi kemiskinan.

"Walaupun angkanya terendah di nasional, tapi sepuluh tahun terakhir mulai dari 2007 sampai 2017 (angka kemiskinan) tidak mengalami penurunan sama sekali. Oleh karena itu kita perlu intervensi dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang bisa mengatasi kemiskinan karena sepuluh tahun terakhir gagal," kata Sandiaga di Balaikota Jakarta, Rabu (15/11).

Untuk dapat mengurangi angka kemiskinan, kata pria yang akbar disapa Sandi itu telah bertemu dengan tim percepatan penanggulangan kemiskinan.

Dikatakan Sandi, dalam rapat dipetakan kantung-kantung wilayah miskin di Jakarta. Sandi menjelaskan peningkatan pendidikan dan kesehatan warga dalam lima tahun ke depan dapat menurunkan angka kemiskinan warga Jakarta yang saat ini pada angka 3,77 persen.

"Ada yang secara fundamental pendekatan yang dilakukan oleh kebijakan ekonomi kita , belum dapat menurunkan angka kemiskinan. Nah ini kita harus ubah di 5 tahun ke depan. Lembar baru bahwa program kita adalah memfokuskan pada pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu, dengan pendidikan dan kesehatan dan peningkatan kesejahteraan di masyarakat kita harapkan angka kemiskinan di 5 tahun ke depan bisa kita turunkan," terang Sandi.

Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra itu juga akan melakukan terobosan-terobosan dengan kebijakan yang ditargetkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Selain tingkat kemiskinan, ketimpagan ekonomi di ekonomi antara waga kaya dan miskin masih tinggi.

"Kalau kita lihat trennya, gini koefisien ratio kita, di bulan maret 2017 DKU Jakarta itu 0,413. Jadi bukan hanya kemiskinan tapi juga ada ketimpangan cukup signifikan. Fokus kita kepada kaum miskin kaum marginal fokus kita pada pendekatan pemberdayaan usaha kecil usaha mikro, fokus kita memastikan adanya pendidikan dan kesehatan yang lebih baik," pungkas Sandi.[mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :