HOME ยป PERISTIWA
PERISTIWA
Rabu, 15 November 2017 , 21:03:00 WIB

Dinas Lingkungan Hidup Dinilai Tutupi Kasus Kebakaran TPST Bantargebang

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. Sederet persoalan masih menyelimuti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Teranyar, TPST Bantargebang yang sejak satu tahun lalu dikelola Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta kembali mengalami kebakaran hebat, Senin (13/11) sore.

Informasi yang diperoleh, kebakaran itu terjadi lantaran coper soil atau pengadaan tanah untuk menutup lapisan sampah yang amburadul. Ironisnya, lokasi kebakaran justru ditutupi terpal plastik. Padahal, di lapisan bawah sampah api masih menggelegak.

"Kuat dugaan tidak diolahnya gas metana menjadi energi listrik akhirnya menyebabkan kebakaran. Ditambah coper soil yang asal-asalan," kata Pengamat Perkotaan Amir Hamzah, Rabu (15/11).

Temuan lain adalah keributan yang terjadi antara penjaga lahan milik keluarga R Sitorus dengan pegawai PT GXP. Keributan terjadi karena truk-truk pengangkut tanah merah itu membuang muatannya di lahan milik R Sitorus.

Atas keributan itu, hari ini Dinas Lingkungan Hidup berkirim surat resmi kepada keluarga R Sitorus agar diizinkan membuang tanah merah di lahan itu.

Persoalan lain di TPST Bantargebang yakni terkait penunjukan sepihak PT Navigate Organic Energy Indonesia (NOEI) oleh Dinas Lingkungan Hidup.

PT NOEI yang pernah bermitra dengan PT Godang Tua Jaya (GTJ) untuk mengelola TPST Bantargebang itu ditugaskan untuk mengelola gas metana menjadi energi listrik.
Namun, ternyata PT NOEI tidak melakukan tugasnya karena perusahaan itu tidak memiliki lahan di Bantargebang. Pasalnya dulu mereka menggunakan lahan milik PT GTJ.

"Laporan Dinas Lingkungan Hidup yang bilang TPST kondusif itu kamuflase untuk bikin senang gubernur-wakil gubernur saja," ujar Amir.[mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :