HOME ยป EKONOMI
EKONOMI
Senin, 20 November 2017 , 15:05:00 WIB

Gubernur Anies Diminta Maksimalkan Agro Outet PIKJ

Laporan: Andhika Tirta Saputra





RMOL. Gubernur DKI Jakarta Anies Basweda diminta memaksimal keberadaan Cargo Argo Outlet di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ). Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan di ibukota.

Demikian disampaikan Zakeus Rumpedai dalam keterangannya saat bedah buku hasil karyanya di Gedung Alumni IPB, Bogor, 18 November 2017 akhir pekan lalu.

Menurutnya, Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) adalah daerah tujuan pemasaran terbesar produk komoditi pertanian yang mencakup wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara. Data dari pengelola agro outlet PIKJ menunjukkan bahwa jenis komoditi sayur-sayuran dan buah-buahan yang dipasok, selalu mengalami peningkatan tiap saat.

Zakeus menambahkan, harga bahan baku komoditas sayur dan buah di PIKJ selama ini ditentukan bersama oleh pedagang dan pemasok, walaupun dalam implementasinya, dominan dipengaruhi oleh para pedagang.

Menurutnya permasalahan terbesarnya adalah proses transaksi yang terjadi belum bisa diakses penuh atau dilakukan secara terbuka bagi petani produsen. Hal ini disebabkan oleh minimnya transparansi informasi harga pada tingkat pedagang dalam upaya monopoli untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.

Menurut Zakeus yang akrab dipanggil dengan Jack ini, kecenderungan tersebut sebagai tindakan mafia perdagangan yang dapat mengakibatkan timbulnya risiko permintaan jenis komoditi sayur dan buah dan juga dapat menyulitkan petani produsen dalam mengakses harga.

Untuk itu, menurut pemuda darah Papua ini, perlu praktik pengembangan agribisnis pada tingkat hulu dan hilir untuk meningkatkan ketahanan pangan yang efektif, efisien, sinergi dan saling menguntungkan.

"Selain itu diperlukan upaya memperpendek mata rantai distribusi pangan dan adanya agro outlet di PIKJ berfungsi dalam mengefektifkan mata rantai perdagangan tersebut," ujar Jack Senin (20/11).

Jack menambahkan, Agro outlet di PIKJ diharapkan dapat berfungsi sebagai fasilitas strategis bagi semua pihak agar ikut terlibat, terutama bagi daerah-daerah penghasil sumber pangan.

Berdasarkan hasil pengamatannya di lapangan, terlihat bahwa bangunan agro outlet sebanyak 29 counter tersebut, belum dimanfaatkan secara maksimal dalam menjawab persoalan ketersediaan pangan yang dirancang oleh pemerintah DKI Jakarta.

Langkah ini dilakukan pemerintah DKI Jakarta dengan membangun fasilitas stand/counter untuk mengajak pemerintah daerah sebagai mitra penyediaan produsen pangan, dengan harapan agar efektif dan efisien, serta saling bersinergi sehingga menguntungkan pihak-pihak yang bekerjasama.

"Namun pada kenyataannya tidaklah demikian, dalam artian agro outlet pada saat ini tidak berjalan sesuai perencanaan dan jauh dari prinsip awal agro outlet," kata Jack.

Jack yang juga merupakan aktivis GMKI menyarankan gubernur Anies agar agro outlet di PIKJ dapat berjalan dengan baik perlu adanya keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan promosi pertanian tingkat nasional dan merancang program promosi yang bervariasi, berdasarkan keunggulan dan nilai pemanfaatan agro outletPengelolaan agro outlet PIKJ harus diserahkan kepada pihak swasta di luar PD Pasar Jaya, sebagai solusi terbaik dalam mengatur sistem yang berbasis pada bisnis.

"Yang terakhir yakni harus dilakukan perombakkan struktur, karena yang ada saat ini sangat tidak efektif," pungkas Jack.[dem]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :