HOME ยป EKONOMI
EKONOMI
Selasa, 21 November 2017 , 15:09:00 WIB

2018, Lima Sektor Pajak di DKI Naik 25 Persen

Laporan: Lopi Kasim





RMOL. Tahun 2018 mendatang, lima sektor pajak di DKI Jakarta akan dinaikkan.

Kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini menyusul adanya kenaikan target penerimaan pajak sebesar Rp 2 triliun dalam Rancangan APBD 2018 dari Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Edi Sumantri mengatakan, dalam KUA-PPAS, target penerimaan pajak diusulkan senilai Rp 36,125 triliun. Namun dalam Rancangan APBD 2018, target penerimaan pajak naik menjadi Rp 38,125 triliun.

"Ada kenaikan Rp 2 triliun untuk penerimaan pajak dari usulan awal," ujarnya, Selasa (21/11).

Edi menyebutkan, lima sektor pajak yang akan dinaikkan meliputi pajak parkir, tarif pajak penerangan jalan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Jalan Tol.

Tarif pajak parkir akan mengalami kenaikan dari semula 20 persen menjadi 25 persen. Namun kenaikan pajak ini tidak dibebankan kepada masyarakat, melainkan kepada pengelola parkir.

"Kenaikan pajak parkir ini bukan layanan per jam. Tapi beban kepada pengelola parkir. Kenapa dinaikkan, karena di Depok dan Bekasi sudah 25 persen. Padahal pelaku usahanya sama," jelas Edi.

Menurutnya, untuk tarif pajak penerangan jalan akan dinaikkan sebesar tiga hingga enam persen. Tarif pajak penerangan jalan yang dibebankan dalam rekening listrik saat ini baru sebesar 2,4 persen. Kenaikan pajak ini hanya dibebankan pada pemakaian di atas 2.000 kilo volt ampere (KVA).

"Untuk pengguna 2.000-3.500 KVA akan naik menjadi tiga persen. Kemudian semakin tinggi pemakaian KVA kenaikannya semakin tinggi," kata dia.

Kemudian, untuk tarif pajak BBN-KB akan dinaikkan sebesar 12 persen. Kebijakan ini juga menjadi salah satu instrumen pengendalian jumlah kendaraan di ibukota. Sedangkan untuk BPHTB dan PPB Jalan Tol masih dalam pembahasan.

"Dengan kenaikan lima sektor pajak ini, kita optimis target penerimaan pajak bisa tercapai tahun depan," pungkasnya.[mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :