HOME ยป JAKARTA
JAKARTA
Selasa, 21 November 2017 , 19:41:00 WIB

Dirjen Otda Sebut FKDM Penting untuk Pemberdayaan Masyarakat

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri), Soni Sumarsono ikut angkat bicara menyusul tudingan miring atas keberadaan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta.

Menurut mantan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta ini, FKDM memang perlu didudukkan kembali peranannya dan pola pengorganisasiannya.

Pasalnya, posisi utamanya lebih pada mendorong dan memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya kesadaran dan kewaspadaan dini masyarakat.

"Secara kasat mata, forum-forum masyarakat ini di setiap kelurahan bahkan RT/RW. Karenanya FKDM harus ada, sehingga kewaspadaan dapat dijiwai dengan semangat 'dari-oleh-untuk' masyarakat," kata Soni melalui pesan elektroniknya, Selasa (21/11).

Soni menambahkan, ribuan anggota FKDM DKI Jakarta yang dibiayai APBD DKI juga harus lebih memainkan perannya sebagai fasilitator dan motivator untuk forum- forum tersebut.

"Karena keberadaanya sangat penting sebagai bagian dari proses pemberdayaan masyarakat. Bravo FKDM," tegas Soni.

Dihubungi terpisah, Ketua FKDM DKI Jakarta, M Rico Sinaga mengatakan, FKDM berdiri berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 12 Tahun 2008 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat dan Pergub DKI No 110 Tahun 2008 juga tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat.

"FKDM tidak bisa dibubarkan seenaknya karena diatur undang-undang. Kalau memang ada anggota yang salah, baru bisa diganti," tukas Rico.

Sebelumnya, Pengamat Anggaran Politik dan Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengevaluasi anggaran FKDM yang pada APBD 2017 sebesar Rp1,7 miliar, dalam RAPBD 2018 naik menjadi Rp2,2 miliar, karena forum yang seharusnya menjadi mata dan telinga bagi gubernur ini, dinilai tidak menunjukkan kinerja apapun.

"Saya masih bertanya-tanya apa sih prestasi dari FKDM sehingga anggarannya begitu besar? Saya kira menaikkan anggaran itu harus berdasarkan asas kebutuhan ataupun prestasi," kata Uchok.

Rico menegaskan, tak benar jika selama ini FKDM tidak berbuat apa-apa, karena saat Pilkada DKI 2017 lalu, anggota FKDM ikut mengamankan jalannya pencoblosan, dan bahkan ada yang ikut menjadi tim pemenangan Anies-Sandi.[mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :