HOME ยป HUKUM
HUKUM
Rabu, 22 November 2017 , 16:39:00 WIB

Pengedar Ekstasi Palsu Dibekuk Polres Jakpus

Laporan: Lopi Kasim





RMOL. Polres Metro Jakarta Pusat meringkus kelompok pengedar narkoba. Berbeda dari biasanya, kali ini yang dibekuk adalah pengedar ekstasi palsu yang meracik dengan cara mencampurkan obat-obatan biasa yang dijual di warung-warung.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari penangkapan tersangka Jack di sebuah tempat karaoke di bilangan Jakarta Pusat, Minggu (19/11) kemarin.

"Petugas yang melakukan undercover buying (pembelian terselubung), ketika menemukan bukti, langsung dilakukan penangkapan pada tersangka Jack," kata Suyudi di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Rabu (22/11).

Dari tangannya, petugas mengamankan satu paket sabu serta 10 butir ekstasi. Jack mengaku paket sabu didapatkannya dari Wily (DPO) dan 10 butir ekstasi dari NS. Namun setelah diperiksa ternyata ekstasi tersebut palsu.

Kemudian, polisi melakukan penelusuran dan mengamankan NS beserta Uda yang merupakan otak pembuat ekstasi palsu pada Senin (20/11).

NS diamankan di Apartemen Mediterania dan Uda di Jalan Kampung Rawa Sawah, Johar Baru.

"Dari pengakuan Uda, dia meracik ekstasi palsu secara sederhana. Setelah obat-obat digerus, diwarnai kemudian diwarnai, terkadang dicampurkan metamin. Bahannya dari 3 obat warung, spidol dan baut-baut yang berfungsi sebagai cetakan," ungkapnya.

Komplotan ini dalam sehari bisa memproduksi sebanyak 10 ekstasi palsu yang sebutirnya dijual sebesar Rp 300-200 ribu dan sudah memiliki pelanggan tetap.

"Efeknya sendiri tidak ada. Bahasa mereka nggak ngangkat atau kurang on. Industri ini sendiri sudah beroperasi sejak 2 bulan yang lalu," kata Suyudi.

Sementara, menurut pengakuan Uda, dirinya bersama temannya mempelajari membuat ekstasi secara otodidak.

Atas perbuatannya, mereka diancam dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling lama 20 tahun.[dem]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :