HOME ยป NASIONAL
NASIONAL
Rabu, 22 November 2017 , 19:46:00 WIB

Porsi Pelajaran Toleransi Perlu Ditambah

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. Dunia pendidikan di Indonesia dinilai perlu menambah porsi pelajaran toleransi lebih banyak kepada peserta didik. Pasalnya, kata kunci toleransi masih minim ditemukan dalam buku-buku pelajaran, bahkan di pendidikan karakter secara tradisional.

Hal itu diungkapkan Lyn Parker, Peneliti Asian Studies, School of Social Sciences The University of Wertern Australia dalam Konferensi Internasional Studi Islam atau Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2017 di ICE BSD Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (22/11).

Lyn mengatakan, Indonesia mengalami perubahan besar signifikan dalam hal praktik keagamaan pasca-tumbangnya Orde Baru pada 1998. Hal itu ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok fundamentalis dan intoleran pasca-orde tersebut.

"Toleransi bukanlah karakter yang begitu diminati dalam pendidikan karakter tradisional di Indonesia. Argumen utama makalah ini adalah walaupun bukan tema dominan dalam kurikulum, penambahan porsi toleransi di Indonesia merupakan langkah yang signifikan," kata Lyn.

Lyn mengkaji beberapa literatur akademik, terutama kurikulum 2013 Indonesia tentang karakter pendidikan moral. Hasilnya, toleransi bukanlah konsep yang sangat ambisius. Secara etimologis hanya muncul dari tindakan atau praktik bertahan atau mempertahankan rasa sakit atau kesusahan. Dia menyontohkan, dalam kurikulum 2013 untuk kelas 11, hanya didapati satu kata toleransi dalam buku tersebut.

"Namun demikian, menurutnya, toleransi diidentifikasi sebagai karakter penting yang sangat diinginkan dalam kurikulum pendidikan Indonesia," tegas Lyn.

Lyn menyimpulkan, menurut kurikulum tahun 2013, tujuan utama pendidikan adalah untuk menciptakan manusia beriman, berpengetahuan, sehat dan toleran. Poin keempat inilah yang menjadi dasar dia mengatakan bahwa meskipun toleransi di Indonesia perlu ditingkatkan, ia juga sekaligus sangat diinginkan.

Diketahui, diskusi ini merupakan rangkaian acara International Islamic Education Exhibition (IIEE) atau Pameran Pendidikan Islam Internasional 2017 yang dilaksanakan Direktorat Pedidikan Islam Kemenag di ICE BSD Serpong, Tangerang Selatan 21-21 November 2017.  

Selain diskusi dan seminar, IIEE juga diisi sejumlah agenda, di antaranya Deklarasi Jakarta, Apresiasi Pendidikan Islam (API), Anugrah Guru Madrasah Berpestasi (Gupres), Seminar Internasional tentang Studi Pesantren, Kompetisi Robotik Madrasah, dan Pentas Dongeng Islami PAI.[mla] 





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :