HOME ยป JAKARTA
JAKARTA
Rabu, 22 November 2017 , 20:04:00 WIB

Politisi Ini Minta Anies-Sandi Evaluasi Penggabungan SKPD Era Ahok

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Selamat Nurdin mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno untuk mengevaluasi penggabungan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dilakukan di era pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pasalnya, penggabungan yang cenderung dipaksakan itu tak hanya membuat SKPD yang terbentuk menjadi kurang efektif bekerja, namun juga menjadi salah satu sebab rendahnya penyerapan APBD.

"Banyak SKPD yang seharusnya tidak cocok digabung dengan SKPD tertentu, tetap dipaksakan digabung, sehingga seperti itulah jadinya. Kami menyebutnya 'dikawin' paksa," kata Nurdin, Rabu (22/11).

Nurdin menyebut, SKPD yang tak cocok digabung antara lain penggabungan Dinas Pertamanan dan Pemakaman dengan Dinas Kehutanan dan Dinas Margasatwa.

Menurut Nurdin, kalau Dinas Pertamanan dan Pemakaman hanya digabung dengan Dinas Kehutanan, masih ada kaitannya.

"Tapi apa hubungannya Dinas Margasatwa digabung dengan dinas yang ada bau-bau kuburannya?" imbuh dia.

Ia juga mengkritisi penggabungan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) dengan Dinas Kebersihan yang menurutnya tak cocok. Begitupula dengan perubahan nomenklatur Dinas Penataan Kota menjadi Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan.

Menurutnya, perkawinan paksa ini membuat SKPD yang tak cocok digabung dengan SKPD lain, menjadi seperti anak tiri dalam SKPD yang baru dibentuk, sehingga kinerja menjadi rendah dan banyak program yang akhirnya tak dapat dilaksanakan.

"Jadi, semakin cepat Gubernur dan wakilnya melakukan evaluasi, akan semakin baik," tegas Selamat.

Menurut informasi, Ahok menggabungkan SKPD-SKPD itu untuk tujuan efisiensi, namun sayangnya sebelum penggabungan dilakukan, dia tidak mau konsultasi dulu dengan DPRD. [mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :