HOME ยป NASIONAL
NASIONAL
Rabu, 22 November 2017 , 20:31:00 WIB

Ada Kegenitan di Elit Partai Golkar

Laporan: Lopi Kasim





RMOL. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut, saat ini ada persoalan di tingkat elit partai berlambang pohon beringin itu. Elit tersebut, kata dia, tak ingin lepas dari kekuasaan namun tak ingin melakukan perubahan di tubuh partai.

"Saya melihat ada kegenitan luar biasa di dalam elite Golkar untuk berebut terus kekuasaan pada level kepemimpinan. Tetapi tak menyadari bahwa hari ini kantong-kantong suara Golkar sudah tidak ada," kata Dedi usai diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/11).

Dikatakan Dedi, tak ada yang bisa dibanggakan dari jabatan sebagai Ketua DPD Provinsi, jika saat turun ke daerah-daerah tidak ada lagi ruang untuk merebut simpati publik lantaran tak ada keinginan lakukan pembenahan.

Sementara, terkait konstruksi hasil sujumlah lembaga survei, saat ini Golkar cuma punya lumbung suara besar di Provinsi Jawa Barat. Namun, jika dilihat dari trennya cenderung menurun.

Dedi yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta itu mengungkapkan, suara Golkar di Jawa Barat saat ini hanya tinggal 12 persen dari sebelumnya 18 persen. Menurutnya, penurunan tersebut disebabkan dua faktor, pertama yaitu soal gonjang ganjing politik di Jakarta, kedua karena rekomendasi Pilkada.

"Kalau DKI sudah di bawah 3 persen. Di Jatim tidak jauh dari itu, di Jateng di atas itulah. Di Jabar ketika saya mimpin 9 persen naik 18, satu bulan terakhir ini turun 6 persen. Ini kenapa kira-kira? Karena dua hal, pertama gonjang-ganjing di Jakarta yang kedua adalah persoalan yang tadi itu," ujarnya.

Golkar, tambah Dedi, pernah mengalami persoalan saat dipimpin Agung Laksono maupun Akbar Tanjung. Namun, kata dia, partai dapat melewati seluruh kesulitan tersebut.

"Kenapa waktu itu Golkar menang, karena Golkar tumbuh menjadi Golkar yang energik dengan ide-ide segar sebagai partai yang mewariskan akan demokratisasi secara sempurna tetapi juga karena intervensi kekuasaan juga pada waktu itu karena Golkar di luar kekuasaan kemudian masuk kekuasaan dan kita menjadi bagian dari kekuasaan kita kalah," pungkasnya. [mla]







BERITA LAINNYA

RUBRIK   :