HOME ยป RAGAM
RAGAM
Kamis, 23 November 2017 , 11:20:00 WIB

Santri Diminta Tak Berpihak dalam Politik Praktis

Laporan: Andhika Tirta Saputra





RMOL. Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, A Suganda mengatakan, para santriawan dan santriwati yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih pada pilkada 2018 dan pemilu 2019 perlu mendapat pencerahan secara ilmu pengetahuan dan moral mengenai pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden.

Mereka harus mendapat pemahaman secara benar agar pemilu berjalan damai, demokratis, dan berkualitas. Sehingga, akan terpilih figur yang kompeten dan amanah..

"Sebagai umat Islam, para tokoh masyarakat, para tokoh agama dan santri agar tidak terlibat dalam keberpihakan politik praktis yang berpotensi memecah belah umat, terlebih lagi ada kecenderungan setiap pemilu, masyarakat dipengaruhi dan dihujani dengan berita hoax bahkan di antaranya mengandung unsur SARA yang dapat memecah belah umat," kata Suganda dalam keterangannya pada acara Tausiyah bertajuk "Peranan Ulama, Santri, dan Masyarakat Dalam Mendukung Pilkada Yang Damai dan Berkualitas" yang digelar oleh Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) bekerjasama dengan Pesantren Al Falah di pondok pesantren Al Falah, Kamis (23/11).

Suganda meminta agar para tokoh agama, tokoh masyarakat, para santriwan dan santriwati beraktivitas sesuai peranannya diantaranya, membangun ahklak, membangun nilai-nilai agama yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, menyebarluaskan nilai-nilai Islami yaitu Islam yang rahmatan lil alamin.

"Sementara urusan politik diserahkan sama mereka yang membidanginya," ujar Suganda.

Lebih lanjut Suganda berharap di Jawa Barat khususnya Kota Bandung tetap aman dalam pelaksanaan pilkada 2018 maupun pemilu 2019. Untuk menunjang hal itu, maka tokoh agama, ulama, santri dan masyarakat harus berperan dalam menjaga kedamaian pilkada tanpa SARA agar terlaksana pilkada yang berkualitas. Sehingga, terpilih kepala daerah yang legitimit, amanah dan kompeten, sesuai masyarakat harapkan.

"Para tokoh agama, santriwan dan santriwati harus semakin cerdas dalam membaca situasi nasional sehingga mampu menjaga moral, solidaritas diantara umat beragama dalam bangsa yang majemuk. Jika itu terwujud, kerukunan diantara anak bangsa selalu terpelihara," kata Suganda.

Acara tersebut menghadirkan Perwakilan dari DP Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII Bandung), Perhimpunan Mahasiswa Kebumen, Santri Pondok Pesantren Al-Falah Dago Bandung, IPNU (Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama). [mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :