HOME ยป RAGAM
RAGAM
Minggu, 26 November 2017 , 09:36:00 WIB

Wakil Ketua BPK Berikan Kuliah Umum Siswa Suskalaknas Menwa

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Prof Bahrullah Akbar memberikan kuliah umum kepada ratusan peserta Kursus Kader Pelaksana Resimen Mahasiswa (Suskalak Menwa) Tingkat Nasional di Markas Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan (Wingdiktekkal) Kodiklatau Kalijati, Subang, Jawa Barat, Sabtu (25/11) kemarin.

"Generasi muda harus kuat dan kreatif serta konsisten mencintai NKRI," kata Bahrullah.

Pria asli Betawi, 23 Maret 1959 ini memang dikenal sedikit tokoh publik yang konsisten dengan penuh semangat dalam membina generasi muda, meskipun di tengah-tengah kesibukannya sebagai Wakil Ketua BPK RI.

Sementara menelisik rekam jejak Guru Besar IPDN Kementerian Dalam Negeri itu dari tahun 1985 hingga 1996, Bahrullah Akbar pernah menjadi auditor BPK. Bahkan, pada tahun 1996-2004, Bahrullah tercatat pernah menjadi Widyaiswara BPK. Lulusan Doktor Ilmu Pemerintahan, Universitas Padjadjaran, Bandung ini juga pernah menulis buku "BUMN dan Kesejahteraan Rakyat" pada tahun 2014 silam.

Pada Oktober 2016 silam, Bahrullah Akbarkembali dipercaya sebagai anggota BPK periode 2016-2021. Dia pernah menjabat Staf Khusus Setjen Kementerian Dalam Negeri (2003-2004), Staf Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri (2005-2007), Staf Ahli Kabupaten Lingga Kepulauan Riau (2007), Guru Besar IPDN Kemendagri (2014), serta anggota VII dan VI BPK.

Disisi lain, dalam upacara penutupan Suskalak Menwa Tingkat Nasional, Komandan Wingdiktekkal, Kolonel Stevanus Ervin Suryadi dalam amanatnya yang dibacakan Kadisops Wingdiktekkal Letkol Tek Lili Kriswanto mengatakan, ancaman global terhadap negara Indonesia yang memiliki keragaman demografi, geografi, multikultur dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah sangat nyata.

Untuk itu persatuan dan kesatuan bangsa, dan hal ini tidak mudah, diperlukan pengorbanan kelompok-kelompok tertentu untuk membuka "ruang toleransi", ruang untuk bermufakat, bergotong royong bagi kepentingan seluruh bangsa.

"Kita harus akui bahwa Resimen Mahasiswa merupakan organisasi yang besar dengan
penuh potensi yang ada di dalamnya. Banyak alumni dari Resimen Mahasiswa yang mengisi bidang-bidang profesional, hingga menjadi pejabat negara yang patut dibanggakan. Tentunya mereka yang sudah menjadi tokoh tersebut tidaklah instan dalam pencapaiannya, butuh perjuangan dan pengorbanan," tegas Lili. [mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :