HOME ยป POLITIK
POLITIK
Minggu, 26 November 2017 , 13:36:00 WIB

Advokat Senior Bakal Laporkan Fredrich Yunadi ke Dewan Kehormatan Peradi

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. Advokat senior Muara Karta berencana melaporkan Fredrich Yunadi ke Dewan Kehormatan Persatuan Advokat Indonesia (Peradi). Pasalnya, pernyataan serta sepak terjang kuasa hukum tersangka megakorupsi KTP elektronik, Setya Novanto itu dinilai sudah berlebihan.

"Kuasa hukum Novanto sudah kelewatan karena kerap mengumbar kebohongan dalam membela kliennya. Ini tentu sangat memalukan teman-teman sesama advokat," kata Karta, melalui pesan elektroniknya, Minggu (26/11).

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) ini menilai kejumawaan Fredrich makin mencolok pasca dikabulkannya gugatan praperadilan Novanto oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Chepy Iskandar beberapa waktu lalu.

"Lepasnya status tersangka Novanto saat itu memang sempat membuat dunia peradilan terhenyak. Publik bak tersambar petir di siang bolong," ujar Karta yang juga Ketua Umum Perhimpunan Putra Putri Angkatan Udara Republik Indonesia (PPP AURI) ini.

Publik wajar terkejut karena KPK sukses dikalahkan Novanto yang diduga kuat terlibat dalam penilepan hampir 50 persen duit proyek KTP elektronik yang mencapai Rp 5,6 triliun.

Padahal berdasarkan dokumen yang beredar, duit korupsi sebesar Rp 2,3 triliun itu sudah didistribusikan kepada puluhan anggota DPR, pejabat Kemendagri serta sejumlah pihak lainnya. Dalam kasus ini Novanto disebut-sebut memiliki peran luar biasa vital.

Namun lepasnya status tersangka, tidak menyurutkan kegigihan KPK. Setelah mengumpulkan bukti-bukti baru, penyidik kembali menetapkan Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar itu sebagai tersangka korupsi.

"Novanto harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apalagi semua terdakwa yang telah disidangkan atau yang masih dalam persidangan, terus menyebut nama Novanto sebagai pengatur dan mengatur aliran dana KTP elektronik," papar Karta.

Karta juga menyoroti ulah Novanto yang terus menghindar dari jeratan KPK, hingga akhirnya mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau.

"Sejak saat itulah Fredrich sebagai sebagai kuasa hukum Novanto seperti kerasupan iblis bicaranya. Siapa saja yang menghujat Novanto serta menuduh Novanto terlibat korupsi KTP elektronik akan dilaporkan ke Polri. Tidak terkecuali KPK serta komisionernya," terang Karta.

Publik juga melihat dalam debat di Indonesia Lawyer Club (ILC) di TvOne beberapa hari lalu, di mana mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD pun diancam dipolisikan Fredrich.

"Jadi bila ada yang menyinggung perasaan Novanto akan dilaporkan. Padahal advokat berdebat atas nama nobile officium," pungkas Karta. [mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :