HOME ยป PERISTIWA
PERISTIWA
Minggu, 26 November 2017 , 16:14:00 WIB

Jokowi Gagal Total Benahi Tanah Abang

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. Pembenahan ala Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dalam membenahi Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, tahun 2013 seperti tidak meninggalkan bekas.

Tanah Abang yang dikenal sebagai pusat tekstil Tanah Air kembali semrawut dan macet luar biasa. Bahkan, ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang direlokasi ke Pasar Blok G, kini kembali memilih berjualan di trotoar dan bahu jalan kawasan Pasar Tanah Abang.

"Hasil temuan awal tim survei kami, bahwa di Blok G Pasar Tanah Abang, ditemukan fakta sangat logis pembeli tidak mau ke lokasi tersebut karena tidak nyaman. Selain panas, juga sumpek, terkesan kumuh dan gelap, yang sangat berbeda dengan blok lain di Pasar Tanah Abang," kata Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar melalui pesan elektroniknya, Minggu (26/11).

Musni mengaku bersama tim, Sabtu (25/11) kemarin, mengunjungi Pasar Tanah Abang.

"Faktanya penggusuran yang dilakukan Jokowi tahun 2013 sejatinya gagal, karena PKL kembali berdagang di pinggir jalan, bahu jalan dan trotoar. Sehingga pembeli terpaksa jalan kaki di bahu jalan yang mengakibatkan kendaraan roda dua dan roda empat sulit melintasi kawasan Pasar Tanah Abang alias macet yang luar biasa," terang Musni.

Musni juga mengaku masih ingat alasan penggusuran PKL karena menurut Jokowi, salah satunya PKL dikuasai preman. Menurut dia, pemerintah mempunyai kewenangan untuk mengelola para PKL, sehingga pengelolaan pedagang tidak dikuasai oleh preman.

Penggusuran PKL saat itu dengan  menggunakan aparat TNI, Polri dan Satpol PP sukses  memaksa PKL pindah berdagang di Blok G. Akan tetapi, para PKL tidak bisa bertahan lama berdagang di Blok G karena tidak banyak pembeli. [mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :