HOME ยป RAGAM
RAGAM
Senin, 27 November 2017 , 13:02:00 WIB

10 Tawaran Solusi Atasi Kesemrawutan di Tanah Abang

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar menilai, kesemrawutan kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, sulit diurai tanpa ketegasan serta kerja sama semua pihak.

Musni yang bersama tim survei mengunjungi Pasar Tanah Abang Sabtu (25/11) kemarin, mencatat sedikitnya ada tujuh faktor kawasan perdagangan tekstil terbesar di Tanah Air itu selalu carut marut.

"Faktor utama kesemrawutan adalah PKL yang berjualan di trotoar dan bahu jalan, parkir liar dan angkot ngetem," kata Musni melalui pesan elektroniknya, Senin (27/11).

Selain itu, menurut Musni, penyebab lainnya adalah arus kendaraan dan pejalan kaki dari Stasiun Tanah Abang serta penyempitan ruas jalan di arah masuk terowongan dan pertemuan kendaraan roda empat yang keluar dari Blok A.

"Hal lain karena kurangnya ketegasan petugas dalam penertiban PKL dan penyimpanan/parkir kereta dorong bukan pada tempatnya," ujar Musni.

Musni mengungkapkan, penataan Pasar Tanah Abang melalui penggusuran sudah terbukti gagal. Karena itulah dia menyodorkan l0 solusi jangka pendek penataan Pasar Tanah Abang kepada Pemprov DKI Jakarta.

Sepuluh solusi itu di antaranya penutupan jalan/pengalihan arus lalu lintas jalan raya (rekayasa lalin) pada jam-jam tertentu, penertiban tenda liar atau bangunan liar tempat PKL berdagang.

"Perlu juga penempatan petugas TNI dan Polri jangka waktu tertentu untuk  mencegah PKL berdagang disembarang tempat dan parkir di tempat yang dilarang," tutur Musni.

Selain itu, Pemprov DKI juga harus melakukan pembinaan terhadap PKL petugas parkir liar dan sopir angkot bekerja sama OKP atau ormas. Pemprov DKI juga bisa melibatkan masyarakat setempat untuk menjaga ketertiban, baik dalam bentuk pembinaan maupun pengawasan berkelanjutan.

"Solusi lain yang layak dilakukan yakni peran aktif pemerintah setempat dalam pengawasan berkelanjutan mulai dari Pemprov DKI Jakarta, kecamatan, kelurahan hingga RW/RT," terang Musni.

Pemprov DKI juga diminta mengantisipasi adanya perlibatan pihak-pihak tertentu dalam pembekingan PKL. "Solusi berikutnya renovasi total Blok G sebagai tempat alternatif yang menarik untuk dijadikan tempat berdagang PKL," saran Musni.

Bukan hanya itu, Pemprov DKI juga diminta melakukan pembinaan terhadap preman yang menguasai Pasar Tanah Abang.

"Terakhir evaluasi kinerja PD Pasar Jaya. Kalau dipandang perlu diadakan perombakan besar-besaran," pungkas Musni.[mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :