HOME ยป POLITIK
POLITIK
Senin, 27 November 2017 , 20:58:00 WIB

Ketua MUI Jakbar Ajak Umat Islam Berpolitik Seperti Rasullulah

Laporan: Hadi Wijaya





RMOL. Zaman Nabi Muhammad SAW, politik dari berbagai macam hal sudah ada. Namun, cara Rasulullah berpolitik adalah merangkul, baik sesama muslim maupun nonmuslim bukan justru memecah belah, karena berpolitik adalah strategi.

Demikian dikatakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Barat, KH Munahar Muchtar kepada Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (27/11).

Munahar mengungkapkan keprihatinannya melihat akhir dari berpolitik bangsa ini dikala pesta demokrasi usai di mana tak jarang terjandi konflik. Baik itu lisan maupun tulisan yang disampaikan melalui media sosial. Hal inilah yang dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan.

Terlebih, sesama umat muslim saat ini tengah dirongrong oknum-oknum yang sengaja mencoba memecah belah persatuan. Menurut Munahar, hal itu bukan berarti kebebasan berpolitik maupun kebebasan berpendapat dikebiri.

"Umat Islam boleh berbeda pendapat selama tidak keluar dari aturan Alquran dan As-Sunnah dibolehkan namun jangan sampai memecah belah persatuan dan kebersamaan. Kecuali dalam melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar maka mesti istiqomah dan memegang prinsif sesuai aturan Alquran dan As-Sunnah itu," kata Munahar.

Munahar juga mengajak masyarakat yang berpolitik, baik dalam politik dagang maupun dalam pemilihan kepala daerah tidak menyebabkan perpecahan maupun kecurangan.

Dia juga mengajak dalam berpolitik, umat Islam menyontoh keteladanan Rasullulah SAW.

"Cara bedagang yang sesuai syariat. Tata cara bergaul baik dengan sesama muslim atau dengan yang di luar Islam," pungkasnya. [mla]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :