HOME ยป EKONOMI
EKONOMI
Selasa, 28 November 2017 , 15:08:00 WIB

Perusahaan Pemenang Coper Soil Bantargebang DinilaTak Profesional

Laporan: Widodo Bogiarto





RMOL. PT GXP selaku pemenang lelang kegiatan coper soil atau pengadaan tanah untuk menutup lapisan sampah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dinilai tidak profesional. Pasalnya, perusahaan tersebut mensubkan proyek senilai Rp 9,85,350,000 tersebut kepada pihak lain.

"PT GXP tidak memiliki sumber tanah galian untuk coper soil. Sehingga proyek itu disubkan kepada beberapa perusahaan. Ini jelas tidak efektif dan profesional," kata Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah, Selasa (28/11).

Ketidakprofesionalan PT GXP juga karena perusahaan ini tidak memiliki lokasi penampungan tanah galian di kawasan TPST Bantargebang.

"Wajar apabila kredibilitas perusahaan itu dipertanyakan. Kok bisa Dinas Lingkungan Hidup menunjuk PT GXP untuk melakukan kegiatan coper soil yang anggarannya sangat besar," ujar Amir.

Dalam pelaksanaan coper soil, Amir juga mengaku melihat kejanggalan. Pasalnya PT GXP tidak langsung melakukan penyetrapan di atas tumpukan sampah, tetapi hanya ditumpuk pada lahan yang disamping areal tumpukan sampah. Lalu kemudian penyetrapannya dilakukan oleh PHL Dinas Lingkungan Hidup.

Selain itu, dari pengamatan lapangan ternyata tanah yg diadakan PT GXP tidak seluruhnya tanah merah tapi dicampur dengan tanah boncos.

Akibatnya bau busuk sampah bukannya dapat dihilangkan, malahan sebaliknya semakin menyeruak. Belum lagi serbuan lalat yang masuk sampai ke pemukiman warga sekitar Bantargebang.

Karena itulah Amir menyarankan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno untuk tidak begitu saja mempercayai laporan Dinas Lingkungan Hidup yang mengatakan bahwa kondisi TPST Bantargebang semakin kondusif.[dem]





BERITA LAINNYA

RUBRIK   :